Survei Kepuasan Sivitas Akademik 2026: Dosen dan Tenaga Kependidikan Berikan Penilaian Positif terhadap Layanan Unjani
Cimahi — Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) terus memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu internal melalui Survei Kepuasan Sivitas Akademik Tahun 2026 yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan. Survei ini menjadi salah satu instrumen evaluasi untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas layanan pimpinan, kepegawaian, sarana dan prasarana, hingga layanan keuangan di lingkungan universitas.
Berdasarkan laporan pada sistem SPMI Core, survei memperoleh 1.125 respons dari dosen dan pegawai. Hasil survei secara umum memperlihatkan bahwa pada berbagai indikator, jawaban responden didominasi oleh kategori “Sangat Baik” dan “Baik”, sekaligus tetap memberikan ruang evaluasi melalui respons pada kategori “Cukup” dan “Kurang”.
Kepemimpinan Menjadi Salah Satu Fokus Evaluasi
Salah satu aspek utama yang diukur dalam survei adalah layanan pimpinan. Penilaian mencakup kemampuan pimpinan dalam membuat perencanaan serta memberikan arahan, baik secara lisan maupun tertulis, yang mudah dipahami oleh sivitas akademik.
Evaluasi juga mencakup bagaimana pimpinan memberikan pembinaan melalui keteladanan, melakukan penyelarasan dan sosialisasi kebijakan agar pekerjaan berjalan efektif dan efisien, menegakkan aturan secara konsisten dan adil, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keterbukaan organisasi. Responden memberikan penilaian terhadap jaminan penyampaian kritik, saran, dan keluhan secara bebas dan mandiri, serta tindak lanjut pimpinan terhadap berbagai masukan tersebut.
Grafik menunjukkan bahwa pada indikator-indikator layanan pimpinan, respons kategori Sangat Baik dan Baik tampak mendominasi. Hal ini menjadi gambaran positif, sekaligus menjadi dasar bagi pimpinan untuk terus memperkuat komunikasi, konsistensi kebijakan, dan budaya kerja yang terbuka terhadap masukan.
Pengembangan Karier dan Kesejahteraan Pegawai Turut Menjadi Perhatian
Pada aspek layanan kepegawaian, survei mengukur keterbukaan kesempatan pengembangan karier, keselarasan antara pekerjaan dengan tugas pokok dan fungsi, kesesuaian beban kerja, serta adanya penghargaan terhadap prestasi kinerja.
Selain itu, responden juga menilai ketersediaan jaminan sosial untuk menunjang kesejahteraan serta dukungan bagi pegawai untuk mengikuti kursus maupun pelatihan yang dibutuhkan.
Sistem rekrutmen, seleksi, orientasi, dan penempatan pegawai juga menjadi bagian dari evaluasi, khususnya terkait kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia tidak hanya dinilai dari aspek administratif, tetapi juga dari kesempatan pengembangan kompetensi, kesejahteraan, keadilan, serta kesesuaian antara pekerjaan dengan tanggung jawab yang diemban.
Sarana dan Prasarana Kerja Dievaluasi Secara Menyeluruh
Survei juga memberikan perhatian besar pada layanan sarana dan prasarana. Indikator yang dinilai meliputi kondisi ruang kerja yang rapi, bersih, terang, dan nyaman, ketersediaan perangkat kerja seperti komputer dan printer, serta kinerja sistem pendingin udara di ruang kerja.
Pada aspek pendukung produktivitas, responden turut memberikan penilaian terhadap jaringan internet di tempat kerja, kondisi dan jumlah toilet, serta ketersediaan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.
Fasilitas pendukung lainnya yang dievaluasi mencakup tempat ibadah, lapangan dan sarana olahraga, serta fasilitas lain yang menunjang kenyamanan sivitas akademik dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari di kampus.
Pada halaman 6 hingga 8 laporan, grafik memperlihatkan kecenderungan penilaian positif pada sebagian besar indikator sarana-prasarana. Namun, variasi respons yang muncul pada beberapa fasilitas tetap menjadi informasi penting dalam menentukan prioritas peningkatan layanan.
Layanan Kesehatan dan Keuangan Juga Menjadi Bagian Evaluasi
Pada bagian akhir survei, penilaian mencakup ketersediaan poliklinik, termasuk kondisi fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan petugas kesehatan.
Selain itu, aspek layanan keuangan turut diukur melalui indikator kecepatan dan ketepatan waktu dalam proses penyelesaian kegiatan keuangan.
Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran aktivitas akademik dan administratif di lingkungan universitas.
Menjadikan Hasil Survei sebagai Dasar Peningkatan Mutu
Survei Kepuasan Sivitas Akademik merupakan salah satu bentuk penerapan budaya mutu di Unjani. Hasil survei tidak berhenti sebagai data evaluasi, tetapi menjadi masukan untuk tahapan pengendalian dan peningkatan dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Melalui survei ini, dosen dan tenaga kependidikan memiliki ruang untuk menyampaikan persepsi dan pengalaman mereka terhadap berbagai layanan universitas. Setiap respons menjadi informasi penting dalam mengidentifikasi layanan yang telah berjalan baik maupun area yang masih memerlukan penguatan.
Dengan partisipasi 1.125 responden, Unjani memperoleh basis informasi yang luas untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, sarana-prasarana, layanan kesehatan, serta layanan administrasi dan keuangan.
Hasil Survei Kepuasan Sivitas Akademik 2026 selanjutnya diharapkan menjadi salah satu dasar penyusunan tindak lanjut peningkatan mutu, sehingga lingkungan kerja di Unjani semakin profesional, kondusif, responsif, dan mendukung pencapaian tridarma perguruan tinggi secara optimal.